[Review] TOTOLINK CP300

Hi
Pada kesempatan kali ini saya akan mereview sebuah CPE Outdoor yaitu CPE dengan merk TOTOLINK CP300. CPE Outdoor ini harganya cukup terjangkau menurut saya. Hampir seperti TP-Link CPE220 yang sudah saya review beberapa waktu yang lalu.

Review TP-Link CPE220

HARDWARE FEATURES
Interface1 *100BaseTX (Auto MDI/MDIX) LAN Port
Power Supply12V DC /1A (PoE)
Button1 *Reset Button
Antenna2 *8dBi internal antennas
LED Indicators1 *Power, 1 *LAN, 1 *WLAN, 4 *Signal Strength
WIRELESS FEATURES
StandardsIEEE 802.11n, IEEE 802.11g, IEEE 802.11b, IEEE 802.3u, IEEE 802.3
RF Frequency2.4~2.4835GHz
Data Rate802.11n: up to 300Mbps
802.11g: up to 54Mbps (dynamic)
802.11b: up to 11Mbps (dynamic)
EIRP< 20dBm
Wireless Security64/128-bit WEP, WPA/WPA2, WPA-PSK/WPA2-PSK (TKIP/AES)
Reception Sensitivity270M: -64 dBm@10% PER
135M: -65 dBm@10% PER
54M: -68 dBm@10% PER
11M: -85 dBm@8% PER
6M: -88 dBm@10% PER
1M: -90 dBm@8% PER
SOFTWARE FEATURES
Operation ModeGateway, Bridge, Wireless ISP
NetworkLAN Setup, Static DHCP Setup , WAN Setup
WirelessBasic Setting, Security Setting, Advanced Setting, Multiple APs,
MAC Authentication, WDS, WPS, Repeater
FirewallIP/Port Filtering, MAC Filtering, URL Filtering, Port Forwarding,
DMZ Setting, Denial of Service
ManagementStatistics
Dynamic DNS Setting (Bridge mode doesn’t have this option)
Time Zone Setting
Remote Management
System Log
Upgrade Firmware
Save/Reload Setting
Administrator Setting
Others
Package ContentsCP300 Wireless CPE *1
PoE Box *1
Power Adapter *1
Ethernet Cable *1
Quick Installation Guide *1
EnvironmentOperating Temperature: 0℃~40 ℃ (32 ℉~104℉)
Storage Temperature: -40℃~70 ℃ (-40 ℉~158℉)
Operating Humidity: 10%~90% non-condensing
Storage Humidity: 5%~90% non-condensing

Uji Test PTP

Setelah kawan-kawan membaca spesifikasi singkat dari TOTOLINK CP300, selanjutnya kita akan melakukan uji test Point To Point terhadap AP pusat saya yang menggunakan Mikrotik RB433  dan omni Vezatech. Jarak antara AP pusat dengan client sendiri kurang lebih 500m.

Walaupun pada spesifikasi CPE ini harusnya bisa menjangkau hingga 3-5km, namun keadaan pada tiap tempat dan daerah sungguh sangat berbeda. Mulai dari tingkat kepadatan bangunan, pohon maupun interferensi dari sesama penggiat wifi ataupun interferensi dari alam sendiri.

Pada browser anda, silahkan lakukan remote ke address 192.168.1.1 dan kita akan menjumpai halaman login seperti di bawah ini. User dan password standar adalah “admin” dan “admin”

Setelah anda berhasil masuk, pilihlah menu operation mode pada sebelah kiri, lalu pilihlah opsi “Bridge+Station”, karena pada ujicoba ini saya akan memposisikan CP300 sebagai station. Selanjutnya tekan next.

Selanjutnya anda akan menjumpai window pengaturan WAN Type dan lain-lain, saya rasa di sini tidak ada yang perlu di ubah, selanjutnya tekan next.

Pada gambar di bawah ini, anda akan di dihadapkan dengan menu untuk memilih SSID yang akan kita hubungkan dengan CP300. Tekan tombol wifi scan dan akan bermunculan SSID yang terdeteksi oleh CP300. Selanjutnya saya akan memilih SSID Mikrotik untuk di hubungkan dengan CP300.

Setelah anda memilih SSID, tekan tombol connect. Selanjutnya radio akan melakukan proses rebooting sebagai langkah final dari setup point to point yang sedang kita ujicoba. Tunggu hingga radio selesai dari dari proses reboot, lalu silahkan cek menu status untuk melihat sinyal strenght.

Langkah selanjutnya adalah mematikan DHCP server. Karena ip kita dapatkan harus dari sumber internet yaitu AP pusat Mikrotik. Pilih menu wireless lalu pilih submenu lan. Pada tab DHCP server, pilih opsi disable.

Selanjutnya anda harus mereboot radio secara manual pada menu system untuk mengaplikasikan langkah disable DHCP server yang sudah kita lakukan tadi. Setelah radio reboot, kita ujicoba koneksi internet yang mampu di bawa.

Bisa anda lihat, bandwith yang bisa di bawa hampir seluruh bandwith yang saya alokasikan untuk ujicoba yaitu sebesar 10Mbps.

Kesimpulan

Merujuk pada hasil ujicoba tadi, saya pribadi merasa puas dengan performa dari CP300 ini sendiri. Cuma ada beberapa catatan kecil yang mungkin harus di perhatikan oleh developer dari CPE ini. kekurangan mendasar menurut saya adalah tidak adanya fitur CCQ, CPU meter, Memory  dll seperti yang di miliki oleh TP-Link CPE220. Sangat di sayangkan radio dengan kemampuan hampir setara dengan CPE220 tidak memliki fitur yang sama.

Dan juga tidak adanya fitur Radio Identity seperti yang di milik oleh Ubiquity maupun TP-Link. Seperti yang kita tahu, radio identity milik ubiquity maupun tplink pharos dapat terbaca dengan jelas di server Mikrotik sehingga memudahkan kita dalam melakukan monitoring dan identifikasi dari radio yang kita miliki.

Akhir kata saya masih cukup puas dengan performa dari radio ini. Sampai jumpa di review selanjutnya.
Semoga bermanfaat.

Leave a Reply