Solusi Shared User Hotspot Mikrotik

Solusi Shared User Hotspot Mikrotik

 

Hi,
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai Solusi Shared User Hotspot Mikrotik. Permasalahan umum yang sering dijumpai oleh kawan-kawan rt/rw net yaitu cara terbaik untuk membagi bandwith hotspot khususnya yang shared usernya lebih dari 1.

Semisal client A mempunyai jatah bandwith 1Mbps, dan dia mempunya hak shared user sebanyak 3. Jadi ketika 3 user itu login, tentu saja bandwith yang di ambil adalah 3Mbps. Tentunya ini akan sangat merugikan kawan-kawan.

Sebenarnya masalah ini dapat dengan mudah di atasi dengan melakukan binding pada perangkat penerima client dan di berikan static queue sebagai limiternya. Namun bagaimana jika admin jaringan ingin semua pelanggan melakukan login demi alasan keamanan?

Baiklah di sini saya akan menjelaskan salah satu solusi yang saya sendiri sudah coba dan terapkan pada jaringan saya sendiri. Di sini saya memanfaatkan salah satu fitur dari Mikrotik Router OS yaitu limitasi bertingkat. Selain itu juga penerapan HTB saya masukkan di metode ini.

Membuat IP Pool Baru

Saya anggap hotspot kawan-kawan sudah berjalan dengan baik. Lalu kenapa musti bikin ip pool baru? Sebenarnya memakai pool default dari setting hotspot mikrotik sendiri sudah cukup, namun saya ingin membedakan ip khusus pelanggan yang mempunya hak share user lebih dari 1.

Pertama kita bikin IP baru misalnya 192.168.22.0/24. Input ip baru ini pada ether wifi anda.

Setelah itu kita bikin ip pool berdasarkan ip yang sudah kita input tadi. Pada contoh saya namakan pool ini dengan nama 2.wahyu.

Setelah itu supaya ip tersebut bisa terkoneksi dengan internet, setting di NAT

Membuat Simple Queue

Selanjutnya kita masuk ke menu Queue, pada tab Simple Queue buatlah sebuah static queue dengan target address 192.168.22.0/24

Membuat Profile Hotspot

Setelah ip dan queue beres, kita lanjut ke tahapan membuat profile hotspot baru. Di contoh, saya memberi nama profile baru dengan nama 2.wahyu

Tampilannya mungkin akan seperti ini

Mungkin kawan-kawan bertanya, kenapa saya tidak menentukan nilai limit? agar dinamic queue tidak muncul dan limitasi berdasarkan static queue yang sudah kita tentukan tadi.

Selanjutnya kita tinggal membuat user dengan profile yang sudah kita tentukan tadi di atas.

Hasil Akhir

Di sini bisa kawan kawan lihat ketika user wahyu melakukan login lebih dari satu, limit yang telah di tentukan akan berjalan, dan user wahyu tidak akan memunculkan dinamic queue karena sudah masuk di parent statis yang sudah kita tentukan sebelumnya.

Bisa kawan-kawan lihat, user wahyu tidak pernah melewati batas limitasi yang telah di berikan. Jadi bisa dikatakan bandwith tidak bocor walaupun shared user telah di set lebih dari 1.

Akhir kata, saya cuma menyampaikan hasil pemikiran saya saja dengan memanfaatkan berbagai fitur di Mikrotik RouterOS. Sebagai catatatan juga, cara ini hanya berjalan di RouterOS versi 6. jadi pastikan kawan-kawn menggunakn versi yang sudah di tentukan.

Apabila kawan-kawan menemukan kendala, jangan sungkan berkomentar atau mengirim email. Dan apabila ada kawan-kawan yang bisa lebih menyempurnakan metode ini jangan pelit untuk berbagi.

Semoga bermanfaat.

11 Comments

  1. herman July 16, 2018
    • alicia-network.com July 18, 2018
  2. putra May 25, 2018
    • alicia-network.com May 26, 2018
  3. adam putera May 8, 2018
    • alicia-network.com May 8, 2018
  4. Excel April 14, 2018
    • alicia-network.com April 14, 2018
      • Excel April 14, 2018
  5. Fitto April 10, 2018
    • alicia-network.com April 10, 2018

Leave a Reply